Kirab Pataka Panji NU oleh PC NU Kabupaten Malang

berita terbaru nu kita
Prosesi Penyerahan Pataka Panji NU. (Foto: Nukita.id)
Selasa, 19 Oktober 2021 - 15:41 WIB | Dilihat: 676

NUKITA.ID, MALANG – Dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional 2021, PCNU Kabupaten Malang, menggelar sejumlah kegiatan diantaranya, Kirab Pataka Panji NU, Pidato Kebangsaan, dan Lomba Video Pendek. 

Salah satu, kegiatan yang telah mulai dilaksanakan yaitu Kirab Pataka Panji NU yang dilakukan dengan keliling di 33 MWC NU di Kabupaten Malang. 

Kirab tersebut dijadwalkan berlangsung selama 7 hari secara berkelanjutan. Dimana, hari pertama kirab Panji NU start dari MWC NU Turen, berlanjut ke MWC NU Ampel Gading, Tirtoyudo, dan Dampit. 

Hari kedua, Kirab dimulai dari MWC NU Gondang Legi, Pegelaran, Bantur, gedangan, dan berakhir di MWC NU Sumbermanjing Wetan. Di hari ketiga, Kirab dimulai dari MWC NU Sumberpucung,  dan dilanjutkan ke MWC NU Kali Pare, Donomulyo, Pagak. 

Di Hari ke Empat, MWC NU Kepanjen menjadi lokasi pertama dimulainya Kirab Panji NU dan dilanjutkan ke MWC NU Kromengan, Ngajum, Wonosari, Wagir, dan bermalam di MWC NU Pakisaji. 

Hari kelima, Kirab berlanjut menuju ke arah Malang Utara, yang dimulai dari MWC NU Bululawang, Tajinan, Wajak, Poncokusumo, dan berkakhir di MWC NU Tumpang. 

Hari keenam, Kirab berlanjut ke MWC NU Pakis, Jabung, Lawang, Singosari, dan MWC NU Karangploso. 

Pada hari terakhir Kitab yaitu hari ke tujuh, Kirab dimulai dari MWC NU Kasembon, dan dilanjutkan ke MWC NU Ngantang, Pujon, dan Dau. 

Pelepasan kirab ini dihadiri Ketua PCNU dan jajaran pengurus cabang, MWC NU dan jajaran Forkopimda Kabupaten Malang. 

“Kirab Panji NU dalam rangka Hari Santri Nasional 2021, berbeda dari tahun sebelumnya. Meski dilaksanakan di tengah pandemi, Kirab tahun ini digelar selama tujuh hari dan keliling 33 MWC NU dan tentunya dengan prokes ketat. Ini sejarah bagi PCNU Kabupaten Malang,” jelas Koordinator Kirab Panji NU, Yatimul Ainun, Minggu (17/10/2021). 

Menurut pria yang menjabat Ketua Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kabupaten Malang itu, prosesi kirab nantinya, ada penyerahan bendera Pataka NU ke masing-masing pengurus MWC NU di 33 kecamatan. 

“Para pengurus, mulai dari tingkat Ranting hingga MWC NU serta warga Nahdliyin dan alumni PKP NU akan menyambut di daerahnya masing-masing. Pataka NU akan disambut dengan lagu Ya Lal Wathani,” terang pria berkacamata itu. 

Adapun tim yang terlibat di rombongan Kirab Panji NU itu sebanyak 40 orang, yang terdiri dari santri dan kader Ansor dan Banser di Kabupaten Malang. Mereka yang akan mengawal dan membawa bendera Pataka NU. 

Selain itu, kata Yatim, Kirab kali ini juga melibatkan sejumlah pelajar NU. Diantaranya, siswa-siswi dari SMK Cendika Bangsa, Mahasiswa Universitas Raden Rahmat Malang, dan Sako Maarif NU Kabupaten Malang. 

Menurutnya, Kirab Panji NU tidak hanya syiar amaliyah NU (Aswaja) sepanjang perjalanan kirab. Namun, di malam hari, juga menggelar beberapa kegiatan untuk masyarakat umum di daerah tempat bermalam. 

“Malam harinya, bersama MWC NU, Lembaga NU serta Banom menggelar aneka acera. Seperti ngaji digital, Tadarus Aswaja dan sosialisasi tanggap bencana,” katanya. 

Selain itu, juga menggelar bakti sosial yang dipelopori oleh Lazisnu di masing-masing MWC NU. “Siang harinya, rombongan Kirab juga mengunjungi aneka kegiatan yang digelar oleh NU,” katanya. 

Kirab Panji NU digelar jelas Ainun, bertujuan sebagai syair NU dan memeriahkan Hari Santri Nasional. “Hari Santri Nasional adalah milik rakyat Indonesia. Bukan hanya bisa dirayakan dan dimeriahkan oleh para santri dan warga NU. Tapi untuk semua rakyat Indonesia,” katanya. 

Kirab Panji NU nantinya tambah dia, juga mengkampanyekan nilai-nilai nasionalisme, NKRI dan Pancasila. “Itu semua dikemas dalam nilai-nilai Islam Nusantara atau Islam yang rahmah. Karena Islam itu ramah, dan secara tegas Indonesia menolak Islam radikal,” katanya. 

Sementara itu, menurut Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr Umar Usman, momentum Hari Santri Nasional ini, menjadi kekuatan semangat bagi santri dan warga NU serta rakyat Indonesia, untuk tetap menjaga Islam yang rahmah, Islam yang Rahmatal lil Alamin, Islam Nusantara, cinta NKRI dan Pancasila. Karena menjaga dan merawat nasionalisme itu warisan para ulama NU,” terangnya. 

Terakhir, dr Umar Usman menambahkan, dengan semangat Hari Santri Nasional, yang dirayakan setiap tahunnya, para santri, NU dan warga nahdliyin secara umum, terus memberikan kontribusi terbaik bagi keamanan dan kemakmuran Indoensia khusunya di tengah pandemi. 

“Sesuai dengan tema HSN 2021, “Bertumbuh, Berdaya, dan Berkarya”. Santri diharapkan terus menunjukkan taringnya, memberikan manfaat, dan menjadi agen perubahan, meski di tengah pandemi covid-19. 

"Santri yang menjadi harapan bangsa, terus berkarya untuk Indonesia. Santri harus menjadi pelopor menjaga NKRI dan Pancasila,” harapnya.


Pewarta : Muzayid
Editor : Tim Nukita
Tags : , , , , ,

Comments: